Beranda » Blog » Jelang Bulan Ramadhan, Produk Peci Asal Kebumen Banjir Orderan

Jelang Bulan Ramadhan, Produk Peci Asal Kebumen Banjir Orderan

Diposting pada 13 April 2023 oleh intern17 / Dilihat: 68 kali

Bulan Ramadhan sebagai bulan beribadah puasa bagi umat Islam akan segera tiba. Gema bulan suci ini
sudah mulai terasa. Di sejumlah media sosial, masjid, dan sekolah sudah mulai mengingatkan dan
membuat jadwal kegiatan khusus yang berkaitan dengan bulan puasa tersebut. Sejumlah sentra
pertokoan grosir pakaian muslim, seperti di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat, juga sudah mulai
bersiap dan sudah banyak memenuhi permintaan produksi aneka kebutuhan pakaian muslim yang
diminta dari sejumlah pedagang ecer dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia. Dari gamis, jilbab,
sajadah, mukena, dan sebagainya.
Termasuk kebutuhan peci, sebagai salah satu pelengkap pakaian muslim yang umumnya dikenakan oleh
para pria juga tak kalah banjir permintaan jelang Ramadhan ini. Salah satu daerah yang terkenal sebagai
sentral pembuatan peci adalah di daerah Kebumen, Jawa Tengah. Seperti yang terkenal di Desa
Bandung Sruni, dan Desa Bojongsari, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.
Suatu hal yang sangat disyukuri oleh warga Kebumen sekitarnya jika bulan Ramadhan tahun ini
sepertinya akan sangat melimpah permintaan pasar terhadap produk peci asal daerah ini seperti tahun
2020 lalu. Ini mengingat saat awal pandemi virus covid-19 hadir di negara kita pada 2019 sebelumnya,
permintaan produk peci merosot dan banyak pengusaha rumahan yang gulung tikar. Maka patutlah
warga Kebumen tampak bersemangat untuk kembali berwirausaha dalam pembuatan produksi peci asal
daerah mereka di tahun ini, mengingat infeksi virus covid yang mematikan itu sudah bisa ditanggulangi
oleh kita bersama.
Mulai dari bapak-bapak yang membuka usaha rumahan, petani, ibu rumah tangga hingga pelajar sekolah
dan santri di wilayah pondok pesantren wilayah Kebumen mengais rejeki dari membuat produk peci.
Mereka bisa bekerja dari pagi ketemu pagi lagi sedemikian rupa guna memenuhi permintaan pasar.
Apalagi jelang dan selama bulan Ramadhan. Permintaan produk peci bisa berkali-kali lipat dari bulan
biasanya. Pembeli aneka model produksi peci yang berfungsi sebagai penutup kepala atau topi dari
Kebumen tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga sampai ke luar negeri.
Mereka berjualan secara langsung dari para pedagang yang langsung datang ke daerah tersebut, dan
melalui media sosial seperti facebook dan instagram, dari situs, hingga aplikasi perdagangan digital
besar, seperti Lazada, Tokopedia, dan Shopee.
Berdasar dari pengamatan di aplikasi perdagangan digital, produk peci atau ada yang menyebutnya
songkok atau kopiah dari Kebumen ini memiliki banyak model, bahan, dan harga. Mulai dari peci hitam
dengan bahan beludru polos, peci kulit kayu, peci berhias batik, peci model blangkon dengan bahan
nuansa Arab, peci model Turki, ada model peci kopiah rajut yang sangat ringan dikenakan, sampai ada
juga model peci berbahan kain goni dengan beragam warna polos yang elegan.
Bahkan produksi peci asal Kebumen ini juga menerima permintaan model, hiasan dan logo tertentu
untuk beragam organisasi, komunitas, atau peci pelengkap seragam untuk para santri dan kalangan
tertentu sebagai identitas lembaga atau perkumpulan tertentu. Bahkan peci yang biasa dikenakan oleh
para tokoh-tokoh terkenal, seperti Peci a’la Gus Dur, Peci gaya Uje, atau peci untuk anak-anak dengan
hiasan kartun Upin dan Ipin banyak diminati.
Harga produk peci asal Kebumen ini sangat bervariasi. Dari peci sederhana model batok dijual Rp
10.000/buah, hingga ada peci yang berhias benang emas dan perak kisaran harga puluhan hingga
ratusan ribu rupiah per buah. Untuk pembelian partai besar harganya berkisar dari Rp 300.000 hingga Rp
700.000 per kodi tergantung model dan ukuran peci.
Perawatan Peci agar Tetap Apik
Pemakaian peci atau kopiah atau songkok sebagai pelengkap penampilan para pria merupakan salah
satu ciri khas budaya berpakaian orang Indonesia sejak jaman dahulu. Dengan berpeci, pria yang
mengenakannya akan tampak berpenampilan lebih religius, rapi, kalem hingga tampak lebih bijak. Gaya
berpeci bisa dikenakan saat mengikuti ibadah sholat di masjid, kegiatan keagamaan, acara pernikahan
hingga hajatan besar hingga kecil lainnya.
Penggunaan peci bukan saja dikenakan oleh kaum muslim saja sebenarnya, oleh Presiden Soekarno
sebagai pemimpin bangsa Indonesia jaman perjuangan dahulu, peci hitam menjadi ciri khas saat Beliau
sedang berorasi dan menjamu tamu kenegaraan. Tak heran banyak yang beranggapan peci adalah
simbol nasional. Bahkan foto Presiden dan Wakil Presiden yang biasa terpampang di depan kelas, ruang
kantor, dan aula saja, juga mengenakan peci dengan pin kenegaraan yang membuat kedua foto tokoh
tersebut tampak lebih berwibawa.

Untuk itu, buat para pecinta peci dan mereka yang sering mengenakannya, perlu ada perawatan khusus
agar peci tetap tampak terlihat apik, wangi, awet dan tetap rapi. Dari situs pewangilaundry.co.id, ada
beberapa kiat khusus merawat peci.
Pada umumnya, peci dibuat dari sejumlah bahan dasar yang sebaiknya dijauhi dari air, seperti kertas
karton, bahan peci bludru, peci dari kayu dan peci berbahan rajut dan benang halus.
Berikut beberapa kiat penting merawat peci:
1. Peci rajin dijemur atau diangin-anginkan selama beberapa menit. Ini berguna untuk menghindari
peci dari pertumbuhan jamur yang bisa tumbuh di bahan kain dan kertas, dan tidak terasa lembab
saat dikenakan;
2. Peci sering diberi pewangi baju, parfum non-alkohol, atau kapur barus agar tetap enak dikenakan;
3. Kalau bisa, hindari peci dari rendaman air atau mencuci peci. Lebih baik peci disikat lembut, ditepuk-
tepuk, dijemur, dan diberi pewangi daripada harus direndam dan dicuci dengan mesin cuci.
Pencucian peci yang demikian menyebabkan peci menjadi rusak, berubah warna dan ukuran;
4. Penyimpanan peci sebaiknya tidak ditindih dengan barang lain agar kualitas model peci tetap bagus.
Bahkan hindari dari debu dan bahan-bahan yang bisa membuat peci jadi berubah model dan
berbau, serta kotor. Peci sebaiknya diletakkan di lemari dengan sekat sedikit terbuka agar tidak
lembab, tapi juga tidak berdebu. Beri beberapa butir kapur barus di dalam peci agar wanginya tetap
netral. Atau oleskan parfum non-alkohol dengan wangi kalem di dalam peci tersebut.
Jadi, apakah kita sudah siap untuk menyambut bulan Ramadhan tahun ini dengan semangat baru?
Dengan produk peci dari Kebumen ini, semoga menjadi salah satu solusi keren agar semangat
beribadah kita lebih baik lagi. Selamat Menyambut Ramadhan!

Bagikan ke

Jelang Bulan Ramadhan, Produk Peci Asal Kebumen Banjir Orderan

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Jelang Bulan Ramadhan, Produk Peci Asal Kebumen Banjir Orderan

Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: